Industri otomotif memegang peran cukup penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. Sektor ini tidak hanya berkontribusi pada produksi kendaraan, tetapi juga memberi dampak luas terhadap investasi, lapangan kerja, serta aktivitas industri pendukung di berbagai daerah.
“Di sini kita lihat di Indonesia datanya ada 41 pabrikan (roda empat) dengan kapasitas produksi hampir 2,6 juta unit per tahun. Kemudian juga industri kendaraan bermotor roda dua dan tiga yang memiliki 82 pabrikan dengan kapasitas produksi 11,2 juta unit per tahun,” kata Agus saat pembukaan IIMS 2026, Kamis (5/2/2026).
Besarnya kapasitas produksi tersebut sejalan dengan peran strategis sektor otomotif dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong investasi jangka panjang. “Sektor otomotif ini sangat penting karena juga menyerap hampir 100.000 tenaga kerja langsung, belum lagi yang tidak langsung dengan nilai investasi sampai hari ini Rp 194,22 triliun,”
“Tentu investasi ini pasti akan melahirkan multiplier effect (efek berantai) yang besar bagi ekonomian karena saya tidak akan pernah bosan-bosan menyampaikan bahwa sektor otomotif itu sektor yang terbesar, memiliki forward linkage dan juga backward linkage,”

Menurut Agus, industri otomotif memiliki daya ungkit yang luas terhadap berbagai sektor pendukung, mulai dari industri komponen, logistik, hingga jasa keuangan.
Keterkaitan ini membuat otomotif menjadi salah satu sektor kunci dalam memperkuat struktur industri nasional.
Di tingkat regional, Indonesia juga masih mempertahankan posisinya sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN. Pada 2024, total penjualan kendaraan di Indonesia tercatat mencapai 865.723 unit, disusul Malaysia yang membukukan penjualan 816.747 unit serta Thailand dengan 562.954 unit.